English Tea: Twinings & Yorkshire Tea



Sebagai penikmat teh, saya merasa menemukan surga saat traveling di Inggris. Tahu sendiri kan, orang Inggris punya tradisi minum teh yang lahir dari kalangan bangsawan Inggris sejak abad ke 16. Tradisi para bangsawan ini menjadikan Inggris sebagai salah satu negara yang memiliki teh ternikmat dan dikenal luas ke penjuru dunia. Salah satunya adalah Twininggs of London yang sering saya beli di sejumlah supermarket di Indonesia.

Twinings ternyata mulai dipasarkan oleh Thomas Twining sejak lebih dari 300 tahun yang lalu, tepatnya pada 1706. Racikan teh klasik andalannya yang sangat saya sukai adalah English Breakfast dan Earl Grey. Keduanya merupakan jenis teh hitam, bedanya English Breakfast sedikit lebih kental sementara Earl Grey lebih beraroma dan bercampur citarasa bergamot. Teh hitam klasik ini paling nikmat diseduh pagi hari sebagai menu sarapan.

Saat menginap di rumah Ima, saya mendapat suguhan teh Twinings dengan aneka rasa buah. Ada rasa strawberry, mango, orange, cinnamon, dan lainnya. Bahkan juga ada rasa campuran dari beberapa buah dalam satu tea bag. “Kirain Twinings cuma bikin classic tea,” kata saya sambil mencicip teh tiga rasa orange, mango, cinnamon dalam satu satu kantong. Ternyata enak juga. Jadilah saya membeli beberapa kotak Twinings Infusion aneka rasa yang pada saat itu belum banyak dijumpai di Indonesia.

Kebetulan pula saya belanja Twinings di minimarket Tesco di Leeds yang notabene merupakan wilayah Yorkshire. Mendadak saya jadi ingat tentang Yorkshire Tea yang pernah saya baca situsnya di internet. Mumpung lagi di Yorkshire, mendingan beli Yorkshire Tea Traditional sekalian meski cuma sekotak buat incip-incip. Harganya sama, sekitar £2.50 per kotak isi 25 bags.

Yorkshire Tea, teh yang diproduksi Taylors of Harrogate ini mungkin hanya popular di negara asalnya. Sepanjang yang saya ingat, sepertinya belum pernah menemukan kotak teh Yorkshire di Indonesia, bahkan di supermarket terkemuka seperti Sogo dan Carrefour. Padahal Yorkshire Tea umurnya juga sudah ratusan tahun loh. Perusahaan teh yang didirikan oleh Charles Taylor sudah ada sejak tahun 1886 atau lebih dari 200 tahun yang lalu.

Saat membeli beberapa kota teh Twinings dan sekotak teh Yorkshire di minimarket Tesco, saya melihat varian Yorkhshire Tea tidak sebanyak Twinings. Kalau nggak salah nggak lebih dari lima rasa, yaitu Traditional, Hard Water, Gold, Decaffeinated, dan Assam. Stok yang paling banya dipajang di rak adalah Traditional. Tapi selain teh, juga ada beberapa biskuit Yorkshire. Biskuit ini biasanya dimakan bersamaan minum teh. Rasa biskuit yang manis bisa menjadi pengganti gula, sehingga teh tak perlu diseduh dengan gula pasir lagi.

Soal rasa tehnya dibanding Twinings, menurut kecapan lidah saya sih sebenarnya nggak beda-beda amat. Sama-sama nikmat dan tidak terlalu pekat (apalagi jika dibanding dengan racikan teh nasgital –panas, manis, dan kental- ala Jogja). Sayangnya Yorkshire Tea masih sulit dibeli di Indonesia. Jadi sampai sekarang saya hanya setia pada Twinings yang mudah diperoleh di supermarket di Jogja. Hehe…!

Comments

  1. nice blog.. :) salam perkenalan...

    ReplyDelete
  2. gimana dengan teh asal Indonesia, mbak? ada yang udah nembus supermarket di Inggris sana?

    ReplyDelete

Post a Comment