Showing posts with label packing. Show all posts
Showing posts with label packing. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Winter Packing List

Kebanyakan baju tebal jadi nggak muat kopernya

Sebagian orang menganggap bahwa liburan selagi winter berarti harus membawa koper besar yang penuh dengan baju dan jaket tebal. Berkali-kali bongkar muat isi koper saat packing menjelang winter trip adalah hal yang lazim dialami setiap pejalan.

Bisa membawa koper enteng dan masih tersedia space yang longgar merupakan tantangan tersendiri. Dan inilah tips saya saat packing untuk perjalanan akhir tahun selama dua pekan.

Wednesday, March 30, 2011

H - 2 = Packing

print out tiket & reservasi hotel
Dua hari menjelang traveling, biasanya saya sudah mulai menyiapkan segala macam yang bakal kami bawa. Sebenarnya H - 2 ini terlalu mepet, mengingat bawaan Baby Bindi lumayan beragam. Makanya, saya memulainya dengan menyusun packing check-list. Ini dia daftar bawaan yang akan kami bawa untuk traveling ke Singapore selama 4D3N.

Packing Checlist:
  • Print Out online reservation: tiket pesawat, tiket universal studio, booking hotel
  • Travel gear: stroller.
  • Feeding Kit : 2 botol susu 250ml, sendok makan, tumbler, tempat makan tupperware
  • Cooking Set ukuran kecil yang bisa buat rebus/kukus
  • Perlengkapan mandi, perlengkapan cuci feeding kit, diapers, obat-obatan
  • Pakaian, baju renang, topi, sepatu sandal,
Sebelum menyusun packing check list ala kadarnya ini, biasanya saya sudah lebih dulu membersihkan luggage dan stroller. Lalu secara bertahap saya kumpulkan satu persatu segala tetek bengek bawaan Baby Bindi itu. Sebisa mungkin, sebagian besar yang ada dalam checklist itu sudah terkumpul pada H - 2.

Esok harinya, yaitu H - 1, barulah saya mulai menyiapkan pakaian saya dan suami. Begitu semua pakaian kami bertiga terkumpul, mulailah kami menjejalkannya ke dalam Cellini luggage andalan kami. Sebisa mungkin semua bawaan masuk dalam luggage dan dibagasikan, sehingga kami cukup menggendong day pack yang berisi keperluan botol susu, biskuit, diaper dan pakaian ganti buat jaga-jaga selama dalam perjalanan.

Monday, March 14, 2011

cellini luggage andalan keluarga...

cellini bag
Sejak Baby Bindi mulai plesiran jelajah nusaraya, saya terpaksa membeli tas atau luggage khusus yang bisa muat pakaian kami bertiga selama sekitar 4 hari bepergian. Setelah beberapa hari survey, akhirnya menemukan Cellini luggage. Yang saya sukai dari tas ini, meskipun kapasitas dan ukurannya lumayan gede, tapi akan terlihat lebih ringkas jika kebetulan sedang tidak digunakan karena bahannya tidak kaku seperti koper. Selain itu bentuknya yang casual sudah pasti cocok dengan karakter saya.

Cellini luggage ini saya beli setelah perjalanan pertama Bindi ke Bali saat usianya 9 bulan. Waktu itu, kami masih trmenggunakan travel bag Eastpak seri Warehouse yang semula termasuk koleksi tas gede saya. Eh, nggak tahunya nggak muat alias saya masih harus menjejalkan barang-barang ke kantong lain. Alhasil, bawaan kami jadi banyak banget. Apalagi waktu itu selain travel bag, kami juga bawa ransel gendongan dan stroller. Masih ditambah ransel daypak yang nempel di punggung. Kebayang kan betapa kedua tangan kami penuh dengan bawaan?

Pengalaman pertama plesiran ke luar pulau yang penuh bawaan itu sudah pasti nggak pengin kami ulang. Salah satu solusinya adalah dengan membeli tas yang lebih besar yang muat untuk menampung pakaian, kaleng susu, mainan, dll. Jadi saat plesiran kami cukup membawa sebuah travel bag yang akan masuk bagasi bersama ransel gendongan bayi atau stroller (dipilih salah satu sesuai kebutuhan), dan sebuah daypack yang berisi botol susu, biskuit, diapers, dan sepotong pakaian ganti selama di perjalanan.

Oh ya, saat plesiran dengan Baby Bindi saya memang menghindari menggunakan ransel yang biasa saya pakai kalau lagi backpacking. Sebagai gantinya saya lebih memilih koper yang bisa dibuka lebar sehingga mempermudaha mengambil barang tertentu. Maklum lah, namanya juga baby traveler, bawaannya pasti aneh-aneh, nggak cuma baju. Tapi juga ada mainan dan buku kesayangannya. Maianan ini sudah pasti harus mudah diambil. Nah, kalau bawa ransel, bisa lebih ribet. Harus bongkar-bongkar dulu semua isinya.

Setelah punya Cellini bag ini, bawaan utama kami bertiga bisa masuk semua jadi satu. Total beratnya sekitar 27kg. Hehe...!

Monday, August 2, 2010

heboh h-14


long weekend agustusan nanti, kami berencana ngajakin baby bindi traveling ke bali. target utamanya sih ngenalin alat transportasi yang bernama pesawat. bindi mau belajar terbang...hehehe...! target kedua, mulai mengenalkan bindi pada nature & culture yang berbeda alias ngajakin backpacking.

ternyata, ngajakin bocah umur 9 bulan buat backpacking, persiapannya bikin heboh. sejak awal agustus, dua minggu sebelum keberangkatan, kami udah memastikan bahwa tiket pesawat dan hotel sudah confirmed. lalu saya menghubungi rental mobil langganan karena kami pengin ngajakin bindi ke ubud. lebih irit nyewa mobil yang disopirin sendiri daripada naik taksi atau nyewa mobil lus sopir.

karena nyopirin sendiri dan bakal menempuh perjalanan ratusan kilometer, kayaknya bindi bakal nyaman kalo duduk di car seat-nya.selain bocahnya nyaman, emak dan bapaknya juga bisa gantian nyopir kalo kecapean. sialnya, sampe hari ini saya belum nemu rental baby car seat di bali (ada yang bisa kasih info kah?).

sebenarnya ada rental baby equipment di bali yaitu bali baby..tapi tarifnya AUS$. sempet juga reservasi ke sana untuk nyewa car seat 2 hari aja (per hari AUS$ 10), tapi mendapat informasi via email bawah minimal peminjaman adalah 5 hari yang berarti saya tetep harus bayar AUS$ 50 atau seminggu sekalian AUS$ 56. lha kalo sedolar ostrali itu sekitaran 8ribu rupiah, berarti saya musti bayar sekitar Rp 400.000,- dong! hiks..mendingan bawa car seat dari rumah!

sambil masih mencari-cari car seat rental di bali, saya dan edo mulai ngelis travel gear-nya baby bindi: ransel gendongan, stroller, feeding set (botol susu dan alat makan), inflatable bath up (bisa ditiup..dan berarti musti bawa pompanya hiks..), dll..dll...

"jadi kira-kira bagasi kita nanti berapa kilo ya?" tanya edo. saya tertawa, menertawakan diri sendiri yang terbiasa "backpacking lite". kali ini must forget the size and weight deh kayaknya..

Sunday, March 21, 2010

plesiran pertama...


Untuk pertama kalinya saya mengajak Bindi (4 bln) ke luar kota (baca: desa) dan menginap. Desa yang kami tuju adalah desa kelahiran ayah saya, sebuah desa kecil yang berjarak sekitar 6 km dari kota kabupaten Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah. Dari Jogja, jaraknya kurang lebih 130 km atau sekitar 4 jam perjalanan (sudah termasuk mengaso sejam di Solo) dengan mobil pribadi.

Sehari sebelum kami melakukan perjalanan, saya sudah dibuat cukup repot dengan berbagai bekal yang harus dibawa Bindi. Sebagai orang yang terbiasa ringkas selagi bepergian (apalagi cuma semalem), pekerjaan packing-mempacking barang-barang Bindi ini membuat saya terpana sendiri.

Inilah daftar bawaan yang saya bawa ketika ngajak Bindi menginap di rumah keluarga Eyang Kakungnya:

  • Pakaian : 2 set baju ganti di perjalanan (tidak termasuk baju yang dikenakan saat berangkat dan pulang), 2 set baju ganti sehabis mandi sore (kami hanya menginap semalam), dan 2 set baju tidur, topi, celemek makan, selimut, handuk
  • Alat Centil : botol-botol cairan buat mandi, minyak rambut, baby cologne, minyak telon, minyak anti nyamuk, 1 pak pampers isi 12, 1 pak tissue basah, 1 travel pack tissue wajah, 1 pak kapas gulung buat cebok
  • Mainan: beruang teddy dan beberapa mainan yang colorfull dan bisa digigit-gigit, dan buku bacaannya (hihii..buku bayi yg terbuat dari kain itu loh)
  • Feeding set: susu formula, bubur cerelac, piranti makan, 5 botol susu kecil (50 ml), alat sterisasi, termos kecil, botol air putih
  • Perlengkapan tidur: 2 bantal dewasa, 2 guling dewasa, (buat magerin Bindi, soalnya kalo bobok suka muter2) 1 guling baby, 1 bantal baby, 1 bed cover ukuran single (buat alas, takutnya nanti Bindi ngotorin sprei sodara kan gak enak)
Amppuunnn..saya sudah langsung geleng-geleng melihat tumpukan barang bawaan Bindi sebelum dimasukkan ke mobil. Bahkan, bagasi mobil Blazer saya yang maha luas itupun terasa sesak deh.

Moga-moga ini hanya karena 'pengalaman pertama'. Next trip will be lighter..hehehe...