liputan annida online tentang "women backpackers talkshow"


Annida-Online--Jalan-jalan menjadi bagian yang menyenangkan dalam hidup. Lantas bacpacking menjadi jalan yang tepat mewujudkanya jika berkocek terbatas. Ini adalah inti dari buku kedua perempuan petualang, Matatita si penulis Tales From The Road dan Trinity dengan buku The Naked Traveler. Menjumpai pembaca bukunya kedua woman backpacker tersebut datang menghadiri jumpa penulis-pembaca dalam event Pesta Buku Rakyat yang digelar Penerbit Mizan di Pasar Festival di bilangan Kuningan, Jakarta (Sabtu, 1/08).

Banyak buku yang mengisahkan petualangan backpacker sekarang. Knowledge, pengalaman yang sangat personal, perenungan, dan hal lain yang dialami masing-masing menurut Mbak Tita yang asli Jogjakarta membuat setiap buku berbeda dan asyik dinikmati. Dirinya dalam Tales From The Road lebih banyak bercerita tentang human culture di setiap pelosok Indonesia yang kaya dengan kekhasan etnik.

"Saya suka berbaur langsung dengan penduduk lokal. Berada di tengah-tengah mereka. Pernah di Borneo saya pingsan yang oleh penduduk dibilang kesambet di hutan dan harus dibawa untuk ritual belian karena saya bukan orang Dayak. Saya jelaskan itu bukan apa-apa karena saya biasa begitu jika datang bukan," ujar Tita. Alhasil karena terus saling ngotot, jalan tengah diambil dengan melakukan upacara 'angkat anak". Di Papua juga ada wawasan baru baginya yang baru mengetahui koteka itu ukuran dan coraknya berbeda tergantung tiap-tiap suku.

Lain Tita lain Trinity, lajang yang telah mengunjungi 40 negara ini merasa nyaris tidak ada kesulitan berwisata murah di luar negeri. Semua relatif aman karena transportasi yang lancar dan petunjuk jalan yang jelas. Bacpacking di Indonesia bagi Trinity jauh lebih menantang karena berbagai hambatan geografis dan transportasi. Oleh karena itu dijamin jika sudah menguasai medan negeri sendiri, melancong ke Eropa atau Amerika bukan sesuatu yang patut dikhawatirkan. "Pokoknya asal berani dan punya tiket, urusan di luar gampang. Semua dipelajari langsung ketika mulai melakukan perjalanan," tuturnya menyakinkan. Tentu saja tetap perlu perencanaan matang mengkalkulasi anggaran, menginvetarisir tempat wisata yang menarik, hotel representatif, rute yang aman plus murah. Internet yang menyajikan informasi lengkap dan berkembangnya milist backpacker juga sangat membantu mewujudkan keinginan seseorang menjelajahi setiap sudut bumi Allah. Dia saja tak merasakan berbagai kendala berarti, meskipun activitas backpacking mulai dijalaninya sejak usia belasan. Apalagi era sekarang yang semua serba gampang diketahui sehingga bisa mematangkan rencana.

Banyak sekali hal menarik menjadi tema perbincangan jumpa penulis yang dilakukan Penerbit Mizan dengan kedatangan Matatita dan Trinit. Peserta yang hadir juga sempat berbagi pengalaman perjalanan masing-masing. Selain bincang-bincang, seperti biasanya bagi-bagi doorprize juga berlaku. Dalam beberapa hari ke depan, Penerbit Mizan akan mengelar beragam acara lain sampai tanggal 6 Agustus 2009 di Pasar Festival. Boleh tuh, siapkan jadwal ke sana. [Elzam]

Comments