paris left bank v.s right bank



Jika berlibur ke Paris, kita akan sering mendengar istilah Left Bank dan Right Bank. Tadinya saya pikir sekedar mengacu tepi kiri dan tepi kanan sungai Seine. Ternyata, konon, pengertiannya lebih dari sekedar penunjuk arah. Tapi juga mengacu pada karakteristik kultur kedua wilayah tersebut. Jaman dulu, malah orang-orang yang berasal dari wilayah Left Bank nggak mau disamakan dengan mereka yang berasal dari wilayah Right Bank, begitu pula sebaliknya. Masing-masing merasa punya etos yang berbeda.

Tapi itu jaman dulu banget. Terutama ketika kedua wilayah itu belum disambungkan lewat sejumlah jembatan di atas sungai Seine.

Saat ini kita hanya bisa melihat perbedaan kedua wilayah tersebut lewat karakteristik arsitektur bangunan yang ada di sana. Left Bank atau dalam bahasa Perancis disebut La Rive Gauche, berada di sebelah Selatan sungai Seine. Kawasan ini favorit saya, karena di kawasan inilah para filsuf, penulis, seniman besar bermukim, seperti Jean-Paul Sartre, Ernest Hemingway, dan Pablo Picasso. Kawasan orang-orang kreatif ini bernama Latin Quarter.

Menyusuri kawasan nyeni ini membuat saya bisa menghirup aura Paris yang sesungguhnya yaitu sebagai kota seni. Di sepanjang tepi sungai Seine, berderet kios-kios buku kuno, lukisan, maupun benda-benda klasik lainnya. Sayangnya hampir semua buku itu ditulis dalam bahasa Perancis. Padahal saya sudah naksir beberapa buku komik seperti Tintin dan Asterix untuk nambah koleksi.

Satu-satunya toko buku bekas terlengkap yang menjual buku bekas dalam bahasa Inggris adalah toko buku Shakespeare & Company yang terletak di 37 rue de la Bûcherie. Toko buku yang didirikan Sylvia Beach ekspatriat asal Amerika pada tahun 1919 ini sekaligus berfungsi sebagai perpustakaan dan tempat berdiskusi sastra maupun workshop penulisan. Serunya lagi, Shakespeare & Co terbuka lebar bagi para penulis untuk menginap for free di toko bukunya. Bikin berkhayal jadi penulis kelas dunia nih, sambil membayangkan tidur di kasur yang semua dinding-dindingnya dipenuhi buku koleksi Shakespeare & Co.

Left Bank juga memanjakan saya dengan deretan café-café terbuka, dengan kursi dan meja yang ditata di teras yang bersisian dengan lorong-lorong sempit. Meskipun saya nggak mampu membayar secangkir kopi dan menikmati Paris sambil berlama-lama duduk di sana, saya sudah cukup terhibur menyaksikan orang-orang yang bercengkerama sambil menyeruput kopi hangat. Saya jadi membayangkan jaman dulu ketika para filsuf berdiskusi di café-café seperti ini di Paris.

Berbeda dengan Left Bank yang menurut saya memancarkan kultur klasik Paris yang kuat, maka di Right Bank atau La Rive Droite kita akan melihat Paris modern yang terletak di Utara sungai Seine. Di kalangan wistawan Right Bank cukup popular karena kawasan ini memiliki sejumlah destinasi wisata favorit. Cobalah melongok boulevard Avenue des Champs-Élysées yang terkenal itu. Saya rasa siapaun setuju bahwa Avenue des Champs-Élysées merupakan nama jalan yang paling popular di Paris. Boulevard ini akan berujung di monument Arc de Triomphe yang dibangun atas ide Napoleon pada tahun 1806.

Destinasi wisata lain yang menjadi andalan kawasan Right Bank adalah museum Louvre. Museum yang menyimpan lukisan Mona Lisa karya Leonardo da vinci ini makin banyak dikunjungi wisatawan sejak novel Da Vinci Code karya Dan Brown meledak di pasaran. Berjubal orang mengunjungi Louvre hanya untuk melihat lukisan Mona Lisa, termasuk saya. Dan begitu menemukan lukisan yang terkenal itu, semua pengunjung kecewa. Hiks, ternyata lukisannya keciiilll banget. Sudah kecil yang nonton berjubal pula. Jangan harap bisa berfoto dengan latar Mona Lisa, apalagi traveling sendirian seperti saya. Kecuali jika mau mengantri bergantian yang itu lumayan lama nunggu gilirannya.

Kalau pengin hang out, nongkrong di café dan menikmati lukisan di sejumlah galeri seperti di kawasan Left Bank, saya rasa Montmartre adalah tempatnya. Montmartre terletak di kawasan atas Paris, bahkan bisa dibilang kawasan paling tinggi. Mont dalam bahasa Perancis berarti gunung, seperti mount dalam bahasa Inggris. Lokasi ini agak jauh dari sungai Seine, tapi bisa ditempuh dengan mudah menggunakan Metro, kereta underground.


-temukan kisah tentang Paris lainnya di buku saya "EUROTRIP: safe & fun"-

Comments

  1. saya udah baca Tales from the Roadnya Mbak Tita,,
    sekarang mau beli Eurotripnya :)
    jadi pengen jalan-jalan jauh ke belahan bumi lain ..

    ReplyDelete
  2. pengenn ke Paris ah nanti klo udh gede.. hehehehe

    ReplyDelete

Post a Comment