yuks, ke candi....


Waktu saya masih balita (sekitar tahun 76-77), hampir setiap hari Minggu Bapak mengajak saya ke Candi Prambanan. Dari rumah kami di tengah kota Jogja, kami bermotor Honda Bebek seri 70. Sebelum sampai Prambanan, biasanya kami singgah di galeri Sapto Hudoyo. Saya masih ingat, tangan-tangan mungil saya suka banget megang-megang patung bergaya asmat yang tinggi menjulang di halaman galeri. Kadang-kadang Bapak mengangkat tubuh saya agar bisa meraih bagian patung yang lebih atas.

Setelah dewasa, saya sering mengaitkan pengalaman masa kanak-kanak berwisata di galeri seni dan situs arkeologis dengan ketertarikan saya pada bidang sejarah, antropologi, seni, dan arsitektur. Meskipun tidak sepenuhnya benar, tapi sedikit banyak saya yakin ada kontribusinya. Apalagi, waktu bocah porsi jalan-jalan saya sebagian besar memang ke tempat-tempat seperti itu. Ke kraton dan sekitarnya sudah pasti tiap hari karena dekat tempat tinggal kami. Lalu ke candi-candi di sekitar Jogja, ke semua museum yang ada di Jogja, juga main ke galeri seni yang kebetulan juga banyak di Jogja. Selain itu juga masih ditambah dengan kegiatan nonton berbagai seni pertunjukan, dari mulai wayang kulit hingga wayang wong.


Sekarang, kebiasaan itu saya tularkan pada Baby Bindi. Kebetulan Edo juga juga punya ketertarikan yang sama dan setuju bahwa wisata heritage juga layak dikenalkan pada anak-anak sedini mungkin. Jadilah setiap hari, pada pagi hari, selagi saya sibuk di dapur menyiapkan menu sarapan, Edo mengajak Bindi jalan-jalan ke Pulo Cemeti (Tamansari) atau Kemagangan (Kraton bagian belakang). Kadang-kadang saya juga ikutan sambil membawa semangkuk bubur buat sarapan Bindi. Seru juga loh, nyuapin Bindi di kawasan heritage.

Saat weekend, Sabtu atau Minggu, barulah kami wisata heritage yang agak jauh. Ke Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, atau situs-situs lain.


Pilih W
aktu: Pagi atau Sore
Sudah pasti kalo wisata candi bersama si kecil kudu milih waktu yang tepat, saat matahari tidak sedang tinggi-tingginya. Mungkin banyak yang nggak tahu bahwa loket karcis wisata candi biasanya buka pada pagi hari pukul 06.00 dan tutup pada pukul 17.00. Jadi kita bisa datang pagi-pagi saat matahari masih memancarkan sinar yang kaya vitamin D, atau saat senja menjelang. Loket ditutup pukul 17.00, tapi kita masih bisa jalan-jalan di dalam kompleks candi hingga pukul 18.00. Cukup teduh kan?

Baby Carrier
Biar si kecil nyaman selama diajak muter-muter kompleks candi, biasanya saya menggunakan baby carrier berupa ransel gendongan bayi. Ransel ini cukup nyaman buat Bindi, malah kalau kecapean dia bisa loh tertidur. Buat Emak dan Bapaknya yang nggendong juga nyaman, terasa lebih enteng, kayak nggendong ransel kalo lagi backpacking. Selain itu, ransel ini juga bisa berfungsi sebagai kursi. Kalo capek, saat kami beristirahat, ransel diturunkan dan diletakkan di atas permukaan datar. Si Bindi nggak perlu dikeluarkan dari ransel, karena dia udah serasa duduk aja di sana.

Kalau nggak punya ransel gendongan, saya sarankan pake gendongan bayi yang memungkinkan si kecil digendong menghadap ke depan. Biar si kecil bisa ikutan liat-liat kemegahan warisan nenek moyang kan?

Stroller? Hhmm..kayaknya malah merepotkan, mengingat bakal banyak undak-undakan dan jalan nggak rata.

Bekal Makanan
Paling asyik saat istirahat sambil buka bekal makanan. Kami biasa mengaso di tempat terbuka, di bawah pohon rindang. Sangat disarankan bawa tikar kecil atau alas duduk, biar si kecil bisa lebih leluasa beristirahat. Bisa guling-guling atau merangkak. Hehe...! Kalaupun kelupaan bawa alas duduk (seperti kebiasaan kami yang pelupa ini), bisa juga duduk di bongkahan batu candi yang permukaannya rata. Biasanya di tempat tertentu ada bertumpuk bongkahan batu candi sisa pemugaran yang belum ditata lagi. Asyik juga kok mengaso di sana.

Topi & Payung
Namanya juga jalan-jlaan di ruang terbuka, outdoor, ya jangan pake baju kecentilan dulu ah. Sebaliknya pake baju yang casual, mudah menyerap keringat. Biar nggak kepasan, jangan ketinggalan topi dan payung ya.

image (urut dari atas):
1 & 2 : kebangetan kalo nggak tahu..itu Candi Prambanan
3 : di Pulo Cemeti, Tamansari Water Castle
4 : Berlatar gapura Candi Ratu Boko...keren kan?

Comments