
Saya terpesona pada dinding bata merah, yang merupakan bangunan khas arsitektur rumah tradisional Nepal. Juga jendela-jendela kayu tak berkaca, tempat para perempuan melongokkan kepalanya, melihat dunia luar.
Rumah bata merah dengan pintu dicat biru menyala ini sungguh eye-catching. Edo langsung meminta saya berfoto di depannya. "Mumpung kamu juga lagi pake baju merah," katanya. Kontras yang asyik di mata.
Jadilah saya bergaya-gaya di sana. Belum puas bergaya, tiba-tiba bocah pemilik rumah nyelonong masuk. Hehe...maaf ya, Dik..numpang mejeng. rumah kamu keren deh...

(location: swayambunath hill, kathmandu)
5 comments: