edorsement dari chief editor majalah JALANJALAN

"Ini buku travel populer pertama yang ditulis dari sudut pandang 'wong Yojo'. 'Ya ampun' diganti "Duh Gusti', 'tergesa-gesa' jadi 'kemrungsung'. Unik, lucu, dan pastinya menghibur" itu kutipan dari endorsement yang diberikan Cristian Rahadiansyah, Editor in Chief Majalah JalanJalan untuk TALES from the ROAD, travelogue matatita.

Saya nyengir sendiri membacanya.Cristian bisa menangkap kejawawaan saya dengan membaca naskah yang dikirimkan penerbit padanya.

Dalam setiap artikel yang saya tulis di buku itu, memang bertebaran kata-kata dan ungkapan bahasa Jawa. Saking banyaknya, bahkan Editor terpaksa mengedit beberapa. Menggantinya dengan kalimat bahasa Indonesia atau memberinya terjemahan dalam kurung. Saya nggak protes kok, karena toh buku itu nantinya akan didistribusikan secara meluas di seluruh Indonesia. Kasihan juga pembaca yang nggak ngerti bahasa Jawa, bisa-bisa malah terganggu dan malas meneruskan membaca.

Buat saya, penggunaan kata/ungkapan Jawa dalam travelogue itu merupakan bentuk ekspresi lokal yang muncul secara spontan. Maklumlah, sehari-hari saya berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Meeting pakai bahasa Jawa, nulis e-mail dan YM!-an juga merasa lebih enak pakai bahasa Jawa, membalas reply di blog...tahu kan pasti Jawanya keluar. Nah, begitu menulis travelogue, catatan perjalanan yang gue banget itu, mau tidak mau, Jawa-nya muncrat di sana sini deh.

Saya pernah "dikomplain" relasi saya. Katanya, "heran deh aku, kalau ngobrol sama Mbak Tita kok pasti jadi kebawa ngomong pakai bahasa Jawa ya?" Relasi saya itu juga orang Jawa juga sih, tapi sudah ditempatkan di luar Jawa cukup lama dan sudah jarang ngobrol pakai bahasa Jawa. (Seringnya malah ngomong pakai bahasa Indonesia logat Jakarta yang konon bergengsi itu).

Kali lain, ada relasi yang kebetulan sudah lama kenal. Tapi kalau ketemu di kantor perusahaannya, kami sama-sama menggunakan bahasa Indonesia, terutama jika ada staf lain yang ikutan ngobrol. Begitu ditinggal berdua, dia bilang "wis, ngomong ngganggo basa Jawa wae. Luwih penak. Tapi yen mengko pas bocahe teka, ngomong nganggo Bahasa Indonesia meneh yo." Hahahaha....!

Comments

  1. mas ada info design grafis atau editor majalah jalan2? saya kemarin liat desinnya keren bgt. kalau ada mohon email ya :)

    ReplyDelete

Post a Comment