europe (part 2): plan a trip



(tulisan sebelumnya: europe part 1)

Kerjaan wajib saya di Paris sudah ditetapkan, yaitu tanggal 7-9 Mei 2010. Pihak Panitia sendiri memfasilitasi akomodasi komplit pada pada H-2 hingga H+2. Proposal dolan disambi bisnis yang saya ajukan pada Edo adalah 2 minggu. Jika saya berangkat tanggal 5 Mei, maka saya harus sudah tiba di Jogja ("Ingat, tiba di Jogja. Bukan Indonesia loh!" tegas Edo) adalah tanggal 19 Mei 2010. Persis 14 hari alais 2 minggu. Apes-apesnya jika penerbangan delay (biasanya Jakarta - Jogja yang suka molor), berarti saya tiba di Jogja tanggal 20 Mei 2010.

Meski waktu departure dan arrival-nya sudah ketahuan, tetapi ternyata untuk mem-booking tiket pesawat nggak sesederhana itu urusannya. Bukan karena fasilitas online maskapainya yang ribet. Bukan dong, jaman sekarang hampir semua maskapai yang melayani terbang internasional, sangat mudah di-booking secara online.

Masalahnya justru terletak pada diri saya sendiri. Andai saja saya nggak pengin memanfaatkan aji mumpung ini dengan mengeksplor Eropa, mungkin urusan buking-membukin sudah kelar sejak beberapa hari lalu. Saya tidak bisa membendung hasrat jalan-jalan murah keliling Eropa nih. Tahu sendiri lah, siapapun yang dapat kesempatan jalan-jalan dibayarin pasti penginnya bisa mengoptimalkan destinasi semaksimal mungkin. Apalagi benua yang saya tuju adalah Eropa yang antar negaranya sudah terhubung dengan kereta cepat maupun pernerbangan murah.

Karenanya sebelum mem-booking tiket pesawat, saya harus mematangkan itinerary selama di Eropa terlebih dulu. Nggak perlu itinerary yang detil, setidaknya mencakup dari mana kita akan memulai perjalanan dan kota manakah yang terakhir kali akan kita singgahi.

Untuk itu saya rela memelototi peta Eropa setiap hari. Lalu membuat garis yang menghubungkan dari satu negara ke negara lain alias membuat rute. Tentu saja nggak bisa sekali jadi karena saya harus mengintip fasilitas transport lokal yang tersedia dan berapa biaya yang harus dikeluarkan dengan jalur tersebut. Begitu ketahuan biayanya mahal, saya langsung mengubah rute. Mencari alternatif yang sehemat mungkin.

Setelah berhari-hari berkutat dengan rute, akhirnya saya memutuskan untuk memasuki Eropa dari Paris sesuai dengan agenda kerjaan saya dan kemudian kembali ke Tanah Air dari Athena, Yunani (to be continued).

Comments