verona, kota peristirahatan julius caesar




Saya mulai jatuh cinta pada Verona sejak 30 menit sebelum kereta yang saya tumpangi tiba di stasiun Verona Porta Nuova. Pemandangan di luar jendela kereta membuat saya enggan berpaling. Hamparan bukit-bukit hijau membentang dan rumah-rumah mungil di atas bukit yang dipagari pepohonan, menyiratkan kesejukan dan ketenangan. Keindahan yang membuat saya berandai-andai. Andai saya bisa tinggal di rumah di atas bukit berpagar pepohonan itu…


Siapa sangka, ternyata rumah Laura –host saya di Verona- juga terletak di atas bukit, dikelilingi kebun anggur. Ketika malam itu Laura menjemput saya di stasiun dan membawa saya ke pinggiran kota menuju rumahnya, langit mulai gelap. Hanya kerlip lampu di kejauhan yang nampak, sementara di kanan kiri jalan berliku dan menanjak yang kami lalui tampak gelap. “My house is about 8 km from the city,” kata Laura seolah minta permakluman jika jalan yang dilalui tampak lengang. Dia tidak tahu bahwa diam-diam saya tengah mensyukuri peruntungan ini, menemukan tempat peristirahatan yang tenang jauh dari kebisingan kota.


Esok paginya, saya makin jatuh cinta pada Verona. Begitu membuka pintu keluar dari rumah Laura, saya langsung disambut udara pagi yang segar, matahari yang mulai mengintip, dan pohon-pohon anggur yang hijau. “It’s so..soo..ssooo beautiful place, Laura!” seru saya penuh ketakjuban. Laura tersenyum tanda bahagia karena sudah berhasil menjadi host yang bisa memberikan suguhan pemandangan cantik untuk guest-nya. Lalu ia menyarankan agar saya mengunjungi Castel San Pietro yang berada di puncak bukit agar bisa menikmati kecantikan kota Verona.


Castel San Pietro berada di puncak bukit di tengah kota Verona. Karena saya berjalan kaki mendaki bukit itu, maka saya memilih jalan tikus, sebuah lorong kecil di samping kedai es krim, yaitu Via Botte. Lorong ini khusus pejalan kaki, berupa anak-anak tangga yang diapit dinding-dinding tinggi termpat tinggal warga.


Lumayan bikin ngos-ngosan juga mendakinya. Setiap kaki mengeluh minta diistirahatkan, saya melihat ke bawah dan terhibur oleh pemandangan sekitar. Begitu sampai puncak, di pelatasan Castel San Pietro, hilang sudah segala lelah tergantikan oleh ketakjuban kecantikan Verona dilihat dari atas.


Apa yang saya lihat di bawah sana sungguh indah. Sungai Fiume Adige yang mengalir tenang, membelah kota Verona. Deretan bangunan berjejer rapi di pinggir sungai. Dinding-dinding bangunan berwarna kuning muda, putih, salem, dan orange dengan kotak-kotak jendela kayu tampak kontras berpadu dengan warna coklat genting yang mendominasi view kota Verona dari atas.


Konon, kencantikan Verona sudah dikenal sejak jaman Romawi. Verona menjadi destinasi favorit para bangsawan Romawi jika ingin berekreasi. Bahkan Julius Caesar, juga suka melepaskan kepenatan dengan tinggal selama beberapa hari di negeri jajahannya, Verona.


Enggan rasanya turun ke bawah. Berlama-lama saya nikmati keindahan kawasan yang masuk dalam daftar UNESCO World Heritage ini.


--kutipan dari buku travelogue saya yg siap diterbitkan--

Comments