Thursday, November 4, 2010

terima kasih sudah menominasikan travelogue saya


Saya layak bersorak dong, ketika TALES from the ROAD masuk nominasi dalam Festival Pembaca Indonesia 2010. Bagaimana nggak girang coba, buku travelogue saya itu kan masuk kategori buku nggak laku versi penerbit. Apalagi jika dibanding dengan buku-buku traveling lain yang sama-sama diterbitkan oleh penerbit buku saya. Juga ketika dibanding dengan buku EUROTRIP yang baru dua bulan lalu beredar dan menurut bocoran penerbit angka penjualannya lumayan. Rasanya TALES jadi sebuah karya yang nggak ada artinya. Bukunya susah didapat karena gak add stock di toko buku dan nggak pernah dipromoin pula. Huks...!

Tetapi sebagai penulis yang menulis dua buku traveling dengan dua style yang berbeda, yaitu travelogue(TALES) dan buku panduan (EUROTRIP) sejujurnya saya merasa lebih puas saat menulis TALES. Bagi saya TALES itu gue banget.

Karena itu saya pengin mengucapkan banyak terima kasih untuk penyelenggara Festival Pembaca Indonesia yang sudah memilih TALES from the ROAD sebagai nominasi Buku Non Fiksi Favorit. Saya yakin, panitia jujur memilih buku yang bergizi yang layak dinominasikan untuk diberi penghargaan. Saya juga salut jika panitia memilih nominator bukan semata karena popularitas penulis karena oplah penjualan buku yang hingga cetak ulang beberapa kali. Buku TALES baru dicetak sekali dan sepertinya tidak bakal dicetak ulang karena penjualannya tidak memenuhi target.

Mengingat tidak banyak pembeli TALES dan tentu saja itu berarti juga tidak banyak yang membacanya, saya tidak berharap banyak pada hasil polling. Dengan kata lain, tidak berharap menjadi penulis yang mengumpulkan polling terbanyak. Buat saya, sudah dinominasikan saja sudah merupakan penghargaan yang tak terkira.

Oh ya, saya juga bangga, ternyata sampul buku TALES juga dinominasikan dalam kategri Sampul buku Non Fiksi.

Ide cover TALES bermula dari kegemaran saya memotret jejak kaki di atas manhole saat traveling. Kebetulan, ketika ke Nepal ada satu manhole yang keren banget, ditulis dengan huruf Nepal. Bahkan saya pun tak bisa membacanya. Entah itu manhole saluran air ataukan manhole untuk jaringan kabel telekomunikasi. Atas bantuan Putri (Timkreatif Regol) foto narsis jejak kaki itu pun terwujud menjadi desain samul buku yang cantik. Lalu ditambahlah beberapa koleksi foto eksotis dari Papua, Bali, Nepal, dan Jogja. Kenapa foto etnis, bukan pemandangan alam? Ya karena memang itulah yang memikat hati saya untuk menjelajah dunia, to experience difference culture.

Kalaupun ada yang sedikit saya sayangkan dari disain cover TALES ini adalah adanya tambahan pointer dari penerbit berupa tips berburu tiket murah, mencari akomodasi irit, dan mengatasi masalah selama di perjalanan yang dijejalkan di bawah judul. Tapi saya tidak bisa protes dong, bagaimanapun penerbitan buku adalah industri, yang sudah pasti berharap untung. Pointer tadi dimaksudkan untuk menggaet pembaca (traveler) Indonesia yang harus diakui memang masih dalam taraf 'how to travel' bukan 'travel for what'.

Oke, silakan buat yang ingin mem-vote TALES from the ROAD, klik link di sini ya... Biar nggak penasaran, inilah daftarnya:

Kategori Non-fiksi:
1. The Naked Traveler 2, karya Trinity, 2010
2. The O Project, karya Firliana Purwanti, 2010
3. Wirausaha Mandiri, karya Rhenald Kasali, 2010
4. Dilarang Gondrong, karya Aria Wiratma, 2010
5. Membongkar Gurita Cikeas, karya George Junus Aditjondro, 2009
6. Sintong Panjaitan, karya Hendro Subroto, 2009
7. Long Distance Love, karya Imazahra, 2009
8. 30 Hari Jadi Murid Anakku, karya Mel, 2009
9. Tales from The Road, karya Matatita, 2009
10. I Can(not) Hear, karya Feby Indirani, 2009

Sampul Buku Non-Fiksi

1. The Naked Traveler 2
2. The O Project
3. Wirausaha Mandiri
4. Dilarang Gondrong
5. Membongkar Gurita Cikeas
6. Sintong Panjaitan
7. Long Distance Love
8. 30 Hari Jadi Murid Anakku
9. Tales from The Road
10. I Can(not) Hear

Selamat mem-voting dengan jujur.

2 comments:

  1. congrats yah. semoga masuk ke 5 besar.

    ReplyDelete
  2. masuk 10 besar dalam nominasi ini juga udah penghargaan tak ternilai yang membuat saya jadi lebih pede..hehe.

    ReplyDelete