Monday, November 15, 2010

how to travel book & travelogue book...


Saya mulai diserang pertanyaan, "Kapan UKTRIP-nya terbit?" dari para pembaca. Sementara dari penerbit, "jangan lama-lama ya!". Padahal, disain kaver buku ini sudah di-approved bulan Oktober lalu. Juga sudah saya pajang di sidebar blog saya dengan penuh rasa percaya diri.

Saya memang bukan orang yang taat deadline. Dalam menulis, sekalipun saat ini saya punya waktu yang lumayan longgar, saya tergolong penulis moody alias mengandalkan mood. Celakanya, kadang-kadang saya lebih bergairah ngurusin hal-hal yang berhubung dengan visual ketimbang teks. Itu sebabnya, disain kaver udah beres duluan sedangkan naskahnya masih sebagian.

Alasan yang kedua, saya lagi bergairah dengan respon para pembaca EUROTRIP. Respon mereka membuat saya bahagia dan makin semangat untuk lebih sering berkoar tentang kisah perjalanan saya ke Eropa. Dan yang tak terduga, ternyata banyak pembaca yang kemudian mencari buku pertama saya TALES from the ROAD. Sungguh-sungguh mengharukan. Buku pertama saya yang sudah sulit ditemukan di toko buku (karena dianggap sebagai buku yang gak laku) itu, kembali dicari-cari.

Belum tuntas rasa haru saya, tiba-tiba saya mendapat informasi bahwa TALES from the ROAD masuk nominasi dalam Festival Pembaca Indonesia 2010. Gubrak..! Seisi meja saya langsung terpental ke mana-mana begitu saya mendapati judul TALES from the ROAD masuk dalam nominasi sebagai karya Non Fiksi Favorit 2010 dan juga nominasi Disain Sampul Non fiksi Favorit. Rasanya nyaris nggak percaya. Bagaimana mungkin buku yang nggak laku, nggak banyak dibaca orang, bisa masuk dalam nominasi.

Jadilah sejak pengumuman itu saya pun gencar woro-woro tentang TALES from the ROAD lagi. Ah, bahkan kali ini lebih gencar ketimbang saat buku ini terbit Juni 2009 lalu. Sebenarnya woro-woro itu -jujur nih- bukan untuk memenangkan polling, karena saya kok pesimis bakal menang ya. Ada karya yang lebih pouler dan banyak diminati pembaca Indonesia kok. Tapi lebih pada membangkitkan rasa percaya diri, bahwa ternyata karya saya ada yang menghargai. Juga membuat saya pengin nulis TALES lagi dengan lebih 'mendalam'. TALES adalah cara saya melihat dunia, melihat apapun yang tertangkap oleh mata selagi saya jalan. TALES adalah tulisan yang keluar dari jiwa saya.

Jadiiiiii....lagi-lagi UKTRIP terhalang oleh hasrat yang begitu kuat untuk menulis kisah-kisah perjalanan sebagaimana saya mengungkapkannya lewat TALES from the ROAD. Padahal, buku traveling seri Trip (Matatita Trip Series) ini jelas-jelas punya gaya (style) penulisan yang berbeda dengan TALES. Trip Series lebih berasa informatif, panduan perjalanan, dan masuk kategori how to book. Sementara TALES merupakan travelogue, kisah perjalanan yang nggak sekedar "I've been here" tapi lebih pada "travel for what" (and for me, travel is experience different culture).

Nah lo..!

Mungkin memang salah saya juga kali ya, kenapa mengeluarkan buku traveling dengan dua style penulisan yang berbeda. Kedua segmen pembaca pun jadi menuntut untuk minta lagi dalam waktu bersamaan.! Oh...!!!

No comments:

Post a Comment

Post a Comment