Showing posts with label animals. Show all posts
Showing posts with label animals. Show all posts

Sunday, September 4, 2011

horse riding

naek kuda @bandungan, ambarawa
Kuda adalah salah satu binatang yang cukup diakrabi Bindi. Kebetulan tak jauh dari rumah kami ada pangkalan andong (delman), sehingga hampir tiap hari Bindi melihat kuda. Kadang-kadang kami juga mengajaknya berandong ria, sambil menyanyikan lagu "naik delman istimewa kududuk di muka..."

Selain mengakrabi andong-andong yang mangkal di dekat rumah, Bindi juga pernah beberapa kali kami ajak main ke kandang kuda milik keluarga pengusaha Mirota Batik. Kandang kudanya terletak di bagian belakang rumah makan House of Raminten di bilangan Kotabaru. Kudanya banyak, kalo nggak salah lebih dari empat ekor. Sudah begitu gede-gede pula.

Pernah pada hari minggu siang, saat kami lunch di sana, ngepasin saat membersihkan kuda-kuda tersebut. Kuda-kuda itu dikeluarkan dari kandangnya untuk dimandikan, disisir ekornya, juga diganti tapal sepatunya. Bindi kegirangan banget menyaksikan pemandangan langka itu. Apalagi kuda-kudanya cukup lulut alias jinak, nggak marah saat Bindi mengusap kepalanya.

Setelah mengakrabi kuda, akhirnya Bindi punya kesempatan naik kuda saat berlibur ke Bandungan, Ambarawa. Memang sih, kudanya nggak segagah kuda andong dan kuda koleksi keluarga Mirota Batik di Jogja. Kuda di kawasan wisata Bandungan umumnya berukuran kecil. Tingginya kira-kira hanya satu setengah meter, bahkan umumnya kurang dari segitu. Tapi justru karena ukurannya yang kecil itu, kuda ini jadi kids friendly. Anak-anak nggak takut untuk naik. Lagipula, kita tidak perlu memacu kuda sendiri, karena pemiliknya akan menuntun kuda tersebut.

Bindi juga nggak takut ketika kami menaikkannya ke punggung kuda. Meskipun awalnya agak tegang, tapi begitu kudanya jalan, Bindi mulai menikmati.

Tarif sewa kuda di Bandungan pada hari biasa sekitar Rp 15.000-20.000 untuk keliling kawasan wisata selama 15-20 menit. Rutenya boleh pilih, mau keliling taman atau melewati pasar Bandungan yang banyak menjual buah dan hasil bumi itu. "Kalu nyewa perjam bisa lebih murah, sekitar Rp 60.000," kata penjual minuman botol yang mangkal bersisian dengan pangkalan kuda. Tapi karena kawatir Bindi bosen di atas kuda jika kelamaan naik, mendingan yang short time aja. Toh sekedar untuk mengenalkan Bindi naik kuda. Juga supaya Bindi bisa mendengar dengan jelas bunyi sepatu kuda seperti yang sering kami nyanyikan bersama "tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda...!"


Tuesday, February 1, 2011

touch the animals experience

Pengin ngelus the lion king
Baby Bindi mulai memperlihatkan ketertarikannya pada binatang ketika usianya jalan 10 bulan. Bindi mulai suka nunjuk-nunjuk ke arah anjing tetangga yang sering lewat di depan rumah kami. Nggak cuma nunjuk-nunjuk, tapi juga maksa minta ngikutin ke mana anjing itu berjalan. 

Sebenarnya nggak cuma anjing aja sih yang dia suka. Semua binatang yang ditemuinya di sekitar rumah, selalu membuatnya kegirangan. Apalagi jika binatang itu nggak cuma diam, tapi bergerak. Ayam, kucing, burung, dan cicak adalah binatang-binatang yang dapat dengan mudah ditemuinya di sekitar rumah. Bindi juga udah mulai pinter memainkan jari-jarinya memanggil burung dan ayam.


Lalu, saya dan Edo pun mulai merencanakan trip ke kebun binatang. Ke Gembira Loka, kebun binatang terbesar di Indonesia. Hehe...! Tapi, kami selalu gagal ke Gembira Loka, padahal kan nggak jauh dari rumah. Pernah suatu kali, saat libur lebaran, kami sudah sampe depan Gembira Loka, tetapi begitu melihat parkirannya penuh, rasanya jadi maleesss...! Jangankan libur lebaran, pada akhir pekan saja parkiran Gembira Loka bisa dipastikan penuh. Banyak rombongan sekolah dari daerah lain yang melakukan study-tour. Ternyata susah juga ya mau piknik di kota sendiri.


Akhirnya kami merencanakan trip lain. "Gimana kalo kita ke Bali Bird Park?" usul saya yang langsung disambut dengan girang oleh Edo. Jelas dong, soalnya sebenarnya kami pun sejak lama sudah beberapa kali gagal mau mampir ke Bali Bird Park setiap liburan ke Ubud. Adaa aja yang bikin kami nggak jadi singgah di sana. 


Sekarang mumpung sudah punya Baby Bindi, nggak boleh lagi dibatalkan. Bahkan trip kami ke Bali kali ini, saat usianya Bindi hampir 12 bulan, khusus buat Bindi mengenal binatang. Kami sisihkan waktu seharian hanya buat main-main ke Bali Bird Park, Reptile Park, dan Bali Zoo. Kebetulan pula lokasinya berdekatan, sehingga kami bisa full day di ketiga tempat itu dari pagi hingga sore.

Elus yang ini aja, nduk
Beneran lho, Bindi terlihat begitu menikmati aneka satwa yang ada di sana. Semua binatang penginnya disentuh. Bahkan singa yang lagi mengaum-aum kelaparan aja pengin dipegang. Hehe..tentunya cuma megang di kaca sebagai pembatas. 

Karena Bindi tidak memperlihatkan ketakutan pada binatang, kami jadi nggak ragu-ragu untuk mendekatkan tangannya pada binatang-biantang tertentu yang jinak. Seperti pada iguana, kura-kura, dan burung rangkok. Oh ya, juga saat di Bali Zoo resto ada atraksi binatang-binatang buas yang sudah jinak. Banyak anak-anak bule yang pada berfoto. Baby Bindi nggak mau ketinggalan dong, ikutan foto berkalung ular. Hihiii...!


Oh ya, beberapa waktu lalu, kami akhirnya berhasil dolan ke Gembira Loka. Saya baru sadar, di gapura bagian depan ada baliho besar bertuliskan Gembira Loka Zoo. Hahaha, pake 'zoo' memang terlihat lebih keren kali ya? 


Gembira Loka Zoo memang sudah beda dengan apa yang saya nikmati sewaktu bocah dulu. Saat ini sudah ada Reptile Park yang menampilkan koleksi berbagai reptile dari berbagai dunia. Ada juga aneka kodok dari aneka bangsa. Lucu-lucu ragamnya. Sayangnya, karena tempatnya yang terlalu luas dan sudah pasti butuh biaya renovasi yang muhaal, belum semua bagian mendapat sentuhan baru. Padahal untuk bisa menikmati area seluas itu, pengunjung butuh tempat rindang atau shelter jika tiba-tiba hujan. Bahkan juga butuh moda transportasi tertentu di dalam kebun binatang supaya yang kecapean jalan bisa naik ke shuttle bus atau kereta mini atau apapun namanya.


[more image please click here]